By mety6111 - 24 January 2026 | 04:50 WIB | 20 Views
Bad Ragaz, Swiss — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan perdamaian Palestina melalui keikutsertaan aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional yang dibentuk untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono usai Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Jumat (23/1/2026). Salah satu agenda penting Presiden adalah penandatanganan Charter Board of Peace sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap upaya perdamaian yang berkelanjutan di Palestina.
Menlu menjelaskan bahwa pembentukan BoP merupakan kelanjutan dari proses panjang dialog antarnegara, khususnya negara-negara Islam dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, yang selama ini aktif membahas situasi kemanusiaan dan konflik di Palestina.
“Penandatanganan Charter Board of Peace ini merupakan bagian dari proses panjang yang telah kita lakukan dalam rangka menyelesaikan konflik, mencapai perdamaian, serta mendukung rehabilitasi pascakonflik di Palestina, khususnya Gaza,” ujar Menlu.
Menurutnya, BoP kini telah resmi menjadi badan internasional yang bertugas memonitor administrasi, stabilisasi, serta program rehabilitasi di Gaza dan Palestina secara umum. Kesepakatan pembentukan badan ini menguat dalam pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penting penandatanganan piagam BoP.
Indonesia memandang keikutsertaan dalam BoP sebagai langkah strategis sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif serta konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Keputusan tersebut juga diambil setelah konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York.
Sejumlah negara yang turut bergabung antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.
Menlu menegaskan bahwa keberadaan BoP tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melainkan memperkuat upaya internasional dalam menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Board of Peace ini lahir dari kepedulian bersama untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di Gaza. Oleh karena itu Indonesia memutuskan untuk bergabung,” pungkas Menlu.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…