Jakarta — Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta para prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon agar selalu menjaga keselamatan diri. Pesan itu disampaikan SBY melalui akun X miliknya pada Minggu, 5 April 2026, di tengah duka atas gugurnya tiga anggota Kontingen Garuda akibat serangan Israel.
Dalam unggahannya, SBY menegaskan bahwa keluarga para prajurit menanti mereka kembali ke Indonesia dengan selamat. Ia juga mengajak mereka tetap bersemangat menjalankan misi perdamaian yang diemban.
SBY turut menyoroti insiden penembakan yang menewaskan tiga personel TNI tersebut. Ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan investigasi transparan dan adil atas peristiwa tersebut. Menurutnya, langkah itu penting untuk menegakkan keadilan bagi para prajurit yang menjadi korban.
Mantan Presiden itu juga menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto yang meminta PBB bersikap objektif dalam menyelidiki insiden itu. SBY mengaku memiliki kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit TNI, mengingat kedekatannya dengan dunia militer.
Ia mengenang masa kepemimpinannya pada 2006, ketika perang Israel–Lebanon pecah. Saat itu, dirinya mengusulkan agar Indonesia mengirim satu batalion untuk bergabung dalam Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB. Langkah tersebut dianggap penting di tengah situasi yang menelan banyak korban dan belum ditangani secara efektif oleh Dewan Keamanan PBB.
Sebagai senior TNI, SBY kembali menegaskan seruannya kepada para prajurit Garuda XXIII/S di Lebanon: tetap disiplin, bersemangat, dan menjaga diri demi keluarga yang menunggu kepulangan mereka di Tanah Air.