By mety6111 - 21 April 2026 | 04:31 WIB | 3 Views
Jakarta, 20 April 2026 — Presiden Prabowo Subianto mulai menekan percepatan proyek raksasa tanggul laut Pantura—langkah besar untuk melindungi jutaan warga dan pusat industri dari ancaman banjir pesisir.
Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, pemerintah menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi benteng utama bagi kawasan yang menampung lebih dari 30 juta penduduk dan sebagian besar industri nasional.
Skalanya besar, risikonya juga besar—dan pemerintah tampak tak ingin setengah-setengah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut riset kampus kini mulai ditarik masuk ke garis depan proyek. Artinya, pendekatan ilmiah dan teknologi akan jadi tulang punggung percepatan pembangunan.
“Bukan hanya kajian, tapi akademisi akan langsung masuk ke tim pelaksana,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah masih mengkalkulasi berbagai aspek teknis dan sumber daya, termasuk pemanfaatan material berbasis lingkungan untuk menekan dampak sekaligus meningkatkan efisiensi.
Pesan yang ingin ditegaskan jelas: proyek ini harus cepat, tapi tidak boleh asal jadi.
Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, akademisi, dan industri—diposisikan sebagai kunci agar tanggul laut raksasa ini tidak hanya berdiri kokoh, tetapi juga berkelanjutan.
JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana angkat…
JAKARTA — Setelah lebih dari dua dekade berputar dalam tarik-ulur…
JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turun…
Jakarta, 20 April 2026 — Presiden Prabowo Subianto mulai menekan…