By mety6111 - 05 March 2026 | 23:45 WIB | 10 Views
JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menggelar silaturahmi bersama para ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan para tokoh agama untuk membahas isu strategis, termasuk dinamika geopolitik global serta upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menjelaskan secara langsung latar belakang keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP). Menurutnya, keputusan tersebut tidak diambil secara tiba-tiba, melainkan melalui proses komunikasi panjang dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah.
“Beliau menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di BoP tidak serta-merta, tetapi melalui proses panjang dan telah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara di kawasan, terutama wilayah Teluk,” ujar Muhadjir.
Muhadjir menjelaskan, Presiden Prabowo memilih pendekatan struggle from within, yakni memperjuangkan kepentingan perdamaian dari dalam forum internasional tersebut. Strategi itu tetap berlandaskan pada konstitusi Indonesia dan komitmen terhadap solusi dua negara bagi Palestina dan Israel.
Menurutnya, pemerintah Indonesia tetap memegang teguh prinsip mendukung kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid yang juga menjabat Ketua Bidang Penanggulangan Bencana di Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai kritik dan pandangan masyarakat terkait keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut.
Namun demikian, Nusron menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan utama yang ditempuh Indonesia dalam mendorong perdamaian global.
“Pemerintah tidak anti kritik. Kita mendengarkan berbagai masukan sambil mencermati perkembangan situasi, tetapi kita akan membuktikan bahwa diplomasi merupakan jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menilai keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong deeskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut Yahya, forum tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai wahana diplomasi untuk mendorong langkah-langkah menuju perdamaian di kawasan.
“Forum ini bisa menjadi instrumen untuk mendorong deeskalasi konflik dan membuka ruang diplomasi bagi perdamaian,” katanya.
Ia menambahkan bahwa meskipun forum tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan, keterlibatan Indonesia bersama sejumlah negara Timur Tengah membuka peluang besar bagi upaya penyelesaian konflik secara damai.
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme kuat terhadap kebangkitan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya terhadap perkembangan pesat…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial…
Oleh : Dede Farhan Aulawi Ketika perilaku koruptif tidak lagi…