By mety6111 - 12 May 2026 | 04:38 WIB | 12 Views
Gorontalo — Kehidupan masyarakat pesisir di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, perlahan mulai berubah sejak hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih. Kawasan yang kini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas perikanan tersebut menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir.
Harapan masyarakat semakin menguat ketika Presiden Prabowo Subianto datang langsung meninjau kawasan Kampung Nelayan Merah Putih pada Sabtu (9/5/2026). Kehadiran Presiden dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan sektor kelautan menjadi salah satu fokus pemerintah.
Tokoh nelayan Leato Selatan, Suhardi Darisse, mengaku keberadaan fasilitas di kampung nelayan tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan es balok untuk menyimpan hasil tangkapan ikan.
Menurutnya, sebelum fasilitas tersedia, para nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan dan menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan es balok.
“Sekarang nelayan sudah sangat terbantu. Harga es juga lebih murah dibandingkan sebelumnya,” ujar Suhardi.
Ia menjelaskan kebutuhan es bagi nelayan sangat besar, terutama saat musim ikan melimpah. Dalam satu malam, satu kelompok nelayan bahkan bisa membutuhkan puluhan balok es untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan.
Optimisme juga tumbuh di kalangan masyarakat pesisir yang berharap Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi pusat penguatan ekonomi nelayan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus pengelola kawasan, Abdul Rahman Lamusu, mengatakan pengelolaan kampung nelayan dilakukan langsung oleh koperasi masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan nelayan berbasis komunitas.
Menurutnya, kawasan tersebut kini telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, shelter cool box, pabrik es, gudang pendingin ikan, docking perahu, shelter pendaratan ikan, hingga tempat perbaikan jaring.
“Nelayan sudah mulai memanfaatkan fasilitas yang ada, terutama pabrik es yang sudah beroperasi selama dua bulan terakhir,” kata Abdul Rahman.
Ia menambahkan, sebelum fasilitas tersebut tersedia, para nelayan harus menempuh perjalanan hingga belasan kilometer untuk mendapatkan kebutuhan operasional melaut seperti es balok dan bahan bakar.
Kini, Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat pesisir bahwa kesejahteraan nelayan dapat dibangun melalui fasilitas yang dekat, akses yang mudah, dan pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Daftar Media Luar Negeri yang Bisa Menerima Asosiate Journalist Indonesia…
Pentingnya Berafiliasi sebagai Kontributor Berita di Media Luar Negeri Oleh…
Mencari Sumber Pendapatan Jurnalis Media Online di Tengah Gelombang Disrupsi…
Desain Manajemen Transportasi Cerdas, Aman, dan Ramah Lingkungan Oleh :…
Desain Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Berwawasan Masa Depan Oleh :…
Strategi Peningkatan Daya Saing pada Industri Konstruksi Oleh : Dede…