By mety6111 - 11 March 2026 | 10:16 WIB | 14 Views
Jakarta – Ulama dan cendekiawan Muslim Muhammad Quraish Shihab menekankan pentingnya nilai kedamaian sebagai pesan utama Al-Qur’an dalam ceramahnya pada peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, para tokoh agama, serta sejumlah pejabat negara.
Dalam ceramahnya, Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an menempatkan perdamaian sebagai tujuan penting dalam kehidupan manusia. Menurutnya, kedamaian tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga merupakan tuntunan utama ajaran agama.
“Allah Swt mewajibkan kita mewujudkan kedamaian. Kedamaian bermula dari jiwa kita, kemudian menyebar ke tengah masyarakat dan dunia,” ujar Quraish Shihab.
Ia menambahkan bahwa perdamaian merupakan dambaan seluruh manusia dan menjadi pesan kuat dalam Al-Qur’an. Bahkan, ketika pihak yang dianggap sebagai lawan mengajak berdamai, umat diajarkan untuk menerima ajakan tersebut.
“Kedamaian adalah dambaan semua manusia dan semua agama. Bahkan Al-Qur’an menyatakan apabila musuh mengajak berdamai, maka terimalah perdamaian itu,” lanjutnya.
Lebih jauh, Quraish Shihab menegaskan bahwa upaya mewujudkan kedamaian harus berjalan seiring dengan penegakan keadilan.
“Kita ingin damai, tetapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kedamaian harus berjalan bersama dengan tegaknya keadilan,” ujarnya.
Pada akhir ceramahnya, Quraish Shihab menyampaikan doa dan harapan bagi kepemimpinan Presiden Prabowo agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Doa tersebut, menurutnya, terinspirasi dari doa gurunya, Muhammad Metwally Al-Sha’rawi, ulama besar Mesir, tentang hakikat kekuasaan yang bersumber dari Tuhan dan tanggung jawab pemimpin dalam menyejahterakan rakyat.
Menanggapi ceramah tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas pesan-pesan yang disampaikan Quraish Shihab, khususnya terkait makna perdamaian, keadilan, dan amanah kepemimpinan.
Presiden menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah besar yang bersumber dari Tuhan dan harus dijalankan untuk membela kebenaran serta menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat.
“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan adalah takdir dan kekuasaan bersumber dari Yang Maha Kuasa. Kekuasaan adalah penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran, serta untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat,” ujar Presiden.
Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh elemen bangsa untuk meneguhkan nilai-nilai kedamaian, keadilan, dan persatuan, sebagaimana pesan universal Al-Qur’an yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Peran Kolateral dalam Pengembangan Digital Currency oleh : Dede Farhan…
Belajar Jujur pada Diri Sendiri Merupakan Titik Balik yang Sempurna…
Teknologi “Burung Besi” Hizbullah yang Sulit Terdeteksi Radar Israel Oleh…
Teknik dan Manajemen Pemetaan Customer Values Oleh : Dede Farhan…
Desain Besar Arah Penataan Pemerintahan Daerah oleh : Dede Farhan…