By mety6111 - 05 March 2026 | 20:46 WIB | 5 Views
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan tokoh agama untuk membahas berbagai isu strategis nasional maupun global.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan para ulama, sekaligus bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik dan geokonomi dunia yang tengah berlangsung.
“Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami dan saling mendengar terkait perkembangan informasi geopolitik dan geokonomi yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar Muzani kepada awak media.
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memaparkan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi bangsa. Ia juga menilai Presiden membuka ruang dialog dengan para ulama untuk menghimpun pandangan dan masukan bagi pembangunan nasional.
“Beliau sudah menjelaskan panjang lebar tentang tantangan-tantangan negeri ini. Dan negeri ini akan tetap terjaga jika kita mengandalkan kebersamaan dan persatuan,” kata Buya Yahya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut juga dinilai menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan para tokoh agama. Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Hasib Wahab Hasbullah menyampaikan optimisme bahwa sinergi antara ulama dan umara akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
“Kiai-kiai, ulama, dan para umara ini jadi satu sekarang ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan antara pemerintah dan ulama diharapkan mampu memperkuat pembangunan nasional serta menjaga persatuan bangsa.
“Insyaallah, dengan dibina oleh Bapak Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan adil,” tambahnya.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun penyelenggaraan negara yang inklusif dan konstruktif melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Wahyudi PramonoDosen Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta Dunia…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme kuat terhadap kebangkitan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya terhadap perkembangan pesat…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial…