By mety6111 - 12 March 2026 | 16:24 WIB | 10 Views
Jakarta — Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) guna memperkuat pengelolaan aset negara dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa target jangka panjang Danantara masih sangat besar. Karena itu, ia mendorong jajaran pimpinan lembaga tersebut untuk terus meningkatkan kinerja serta memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara optimal dan profesional.
“Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih dan selamat atas prestasi Saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran kita masih cukup jauh,” ujar Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa perusahaan yang dikelola dengan baik umumnya memiliki tingkat pengembalian aset atau return on asset minimal 10 persen. Namun pada tahap awal operasional, Presiden menilai target realistis bagi Danantara adalah mampu memberikan pengembalian minimal 5 persen kepada negara setiap tahun.
Menurut Presiden, jika tingkat pengembalian mencapai 5 persen, maka Danantara diproyeksikan mampu menyumbang sekitar 50 miliar dolar AS per tahun kepada negara atau setara sekitar Rp800 triliun.
Meski demikian, Presiden mengapresiasi capaian kinerja Danantara pada tahun pertama operasionalnya. Berdasarkan laporan yang diterima, tingkat pengembalian aset pada tahun 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Saya dapat laporan bahwa return on asset pada 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya meningkat lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan membuktikan premis kita mendirikan Danantara,” kata Presiden.
Presiden juga menilai peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan-perusahaan negara dalam satu sistem manajemen yang terintegrasi. Pengelolaan yang terpusat dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi serta kinerja investasi, terutama dengan jumlah entitas usaha milik negara yang sangat besar.
“Tidak mungkin suatu manajemen berjalan baik jika tidak berada dalam satu kendali dan satu sistem manajemen. Kita tidak hanya mengelola 250 perusahaan, tetapi ternyata lebih dari seribu perusahaan,” ungkap Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa keberadaan Danantara merupakan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat pengelolaan kekayaan negara melalui lembaga yang sebanding dengan sovereign wealth fund di tingkat global.
“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki lembaga yang bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund dunia. Bahkan posisinya diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar, sekitar peringkat keenam atau ketujuh di dunia,” tuturnya.
Ke depan, Danantara diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengelola aset negara, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wahyudi PramonoDosen Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta Dunia…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme kuat terhadap kebangkitan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya terhadap perkembangan pesat…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial…