By mety6111 - 01 April 2026 | 02:36 WIB | 17 Views
Seoul — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu, 1 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua negara dalam memperkuat hubungan di tengah dinamika global yang semakin menantang.
Dalam pengantar pertemuan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan perdananya ke Korea memiliki arti strategis karena mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus mempererat kemitraan yang telah terjalin erat.
“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Presiden Prabowo.
Ia juga menekankan bahwa hubungan jangka panjang antara dua negara sahabat tidak terlepas dari dinamika, termasuk perbedaan pandangan. Namun, keterbukaan dan kejujuran menjadi pondasi penting dalam menjaga komunikasi yang konstruktif.
Presiden Prabowo menyoroti kesamaan kepentingan strategis antara Indonesia dan Republik Korea, terutama sebagai negara kawasan Pasifik serta negara yang memiliki orientasi kuat pada perdagangan internasional. Menurutnya, kedua negara memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dalam berbagai sektor kunci.
“Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” tutur Presiden.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kemajuan pesat Korea di bidang industri, sains, dan teknologi dapat berkolaborasi dengan kekuatan Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah dan pasar besar. Selain ekonomi, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Kunjungan kenegaraan saya ke sini berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya. Oleh karena itu, hubungan antarnegara seperti Indonesia dan Republik Korea menjadi semakin penting,” ucapnya.
Dalam konteks itu, Presiden Prabowo berharap agar hubungan kemitraan strategis khusus antara Indonesia dan Korea dapat ditingkatkan menjadi kemitraan komprehensif. Ia juga mendorong para menteri dari kedua negara untuk segera menindaklanjuti langkah konkret peningkatan kerja sama tersebut.
“Marilah kita meminta para menteri kita untuk berupaya mewujudkan peran yang lebih tinggi ini,” pungkasnya.
Daftar Media Luar Negeri yang Bisa Menerima Asosiate Journalist Indonesia…
Pentingnya Berafiliasi sebagai Kontributor Berita di Media Luar Negeri Oleh…
Mencari Sumber Pendapatan Jurnalis Media Online di Tengah Gelombang Disrupsi…
Desain Manajemen Transportasi Cerdas, Aman, dan Ramah Lingkungan Oleh :…
Desain Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Berwawasan Masa Depan Oleh :…
Strategi Peningkatan Daya Saing pada Industri Konstruksi Oleh : Dede…