By mety6111 - 01 May 2026 | 08:03 WIB | 20 Views
Jakarta — Suasana peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monas terasa berbeda. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di tengah ribuan buruh, membawa sejumlah kabar baik yang disambut antusias. Kehadiran ini makin lengkap dengan sosok Sufmi Dasco Ahmad yang turut mendampingi Presiden di lokasi acara.
Kehadiran keduanya bukan sekadar simbolis. Di hadapan massa buruh, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah kebijakan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan pekerja. Mulai dari ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 untuk perlindungan buruh kapal, hingga pengesahan regulasi yang memberikan kepastian perlindungan bagi pengemudi transportasi online.
Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan penguatan program kesejahteraan buruh, seperti kenaikan upah minimum dan penambahan rumah subsidi. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan negara terhadap pekerja, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut mengumumkan rencana besar pembangunan 1.386 kampung nelayan pada tahun 2026. Program ini menjadi sinyal bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada buruh perkotaan, tetapi juga menjangkau pekerja sektor maritim.
Sementara itu, kehadiran Sufmi Dasco Ahmad di samping Presiden memperlihatkan soliditas antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong agenda perlindungan pekerja. Sinergi ini penting untuk memastikan setiap kebijakan tidak hanya diumumkan, tetapi juga berjalan efektif di lapangan.
Puncak kabar baik tersebut ditandai dengan pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), yang selama puluhan tahun diperjuangkan. Dengan disahkannya UU ini, negara akhirnya memberikan payung hukum yang jelas bagi pekerja rumah tangga di Indonesia.
May Day 2026 pun menjadi momentum optimisme. Kehadiran langsung Presiden Prabowo, didampingi Dasco, serta deretan kebijakan yang diumumkan, memberi pesan kuat: negara hadir dan berpihak pada buruh—bukan hanya dalam kata, tetapi melalui langkah nyata.
Prospektus Stablecoin bagi Masa Depan Mata Uang Digital Oleh :…
Mungkinkah Gempa Doublet Venezuela Merembet ke Indonesia? Oleh : Dede…
Pandangan Richard Wolff terkait Hak Rakyat dalam Pemilu Liberal Oleh…
Jika Sedang di Ujung Lelah, ISTIRAHAT-LAH Oleh : Dede Farhan…
Penemuan Planet Bumi Baru Berdasarkan Teleskop Antariksa James Webb Oleh…
Keadilan Sosial dan Sisa Keserakahan Kaum Modal Oleh : Dede…