By mety6111 - 11 March 2026 | 07:12 WIB | 22 Views
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari Surah An-Najm ayat 1–20 oleh qari cilik M. Zian Fahrezi, siswa kelas 4 Sekolah Dasar yang meraih juara pertama kategori anak-anak dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak pada 2026. Sementara saritilawah dibacakan oleh Velly Syukron.
Lantunan ayat suci tersebut menghadirkan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, sekaligus mengingatkan akan besarnya rahmat dan karunia Allah SWT bagi umat manusia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam merawat persatuan bangsa serta membangun kehidupan yang damai dan adil.
“Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memahami dan meresapi makna ajaran yang terkandung di dalam Al-Qur’an,” ujar Presiden.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan merupakan pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peringatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan publik, sehingga ajarannya tidak hanya dibaca dan dihafal, tetapi juga benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin.
Pada kesempatan tersebut, ulama dan cendekiawan Muslim M. Quraish Shihab turut menyampaikan tausiyah mengenai hikmah Nuzulul Qur’an. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk memahami Al-Qur’an tidak hanya sebagai kitab yang dibaca, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang menuntun terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Menurutnya, perbedaan merupakan keniscayaan yang tidak seharusnya menimbulkan pertentangan, melainkan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan bangsa.
“Perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Qur’an sejalan dengan falsafah bangsa kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Quraish Shihab.
Melalui peringatan tersebut, pemerintah berharap semangat spiritualitas bulan Ramadan dapat semakin memperkuat persaudaraan nasional serta menumbuhkan komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang rukun, beradab, dan penuh kebajikan, sejalan dengan pesan universal Al-Qur’an sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Peran Kolateral dalam Pengembangan Digital Currency oleh : Dede Farhan…
Belajar Jujur pada Diri Sendiri Merupakan Titik Balik yang Sempurna…
Teknologi “Burung Besi” Hizbullah yang Sulit Terdeteksi Radar Israel Oleh…
Teknik dan Manajemen Pemetaan Customer Values Oleh : Dede Farhan…
Desain Besar Arah Penataan Pemerintahan Daerah oleh : Dede Farhan…