By mety6111 - 29 April 2026 | 02:39 WIB | 9 Views
Metapolitika.com — Pemerhati keselamatan transportasi Dede Farhan Aulawi menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dalam mengungkap penyebab kecelakaan, menyusul insiden tabrakan kereta api di Bekasi yang ramai diperbincangkan publik.
Menurutnya, setiap peristiwa kecelakaan kerap langsung memicu beragam spekulasi di ruang publik, bahkan dari pihak yang tidak memiliki kompetensi teknis.
“Begitu terjadi sebuah peristiwa kecelakaan, tidak sedikit masyarakat yang berkomentar berdasarkan persepsi atau dugaan masing-masing. Bahkan yang bukan ahli pun berkomentar seperti seorang ahli, sehingga terjadi distorsi informasi,” ujar Dede di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menilai kondisi tersebut justru berpotensi mengaburkan fakta dan memperkeruh situasi. Karena itu, investigasi harus dilakukan oleh investigator bersertifikat yang memahami metodologi dan teknik analisis kecelakaan secara komprehensif.
“Investigasi tidak boleh dilakukan secara grasa-grusu. Proses ini memang membutuhkan waktu karena harus berbasis fakta ilmiah,” tegasnya.
Dede menjelaskan, pendekatan Scientific Accident Investigation menjadi metode krusial untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya berhenti pada apa yang terjadi, tetapi juga menelusuri mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi hingga ke akar persoalan.
Dalam konteks kecelakaan kereta di Bekasi, sejumlah aspek menjadi fokus investigasi ilmiah. Pertama, analisis sistem persinyalan untuk memastikan ada atau tidaknya kegagalan sinyal, kesalahan interlocking, maupun gangguan komunikasi antar stasiun.
Kedua, rekonstruksi kronologi kejadian secara detail. Melalui data black box, rekaman CCTV, hingga komunikasi antara masinis dan pengatur perjalanan, penyelidik dapat menyusun urutan kejadian secara presisi, bahkan dalam hitungan detik.
Ketiga, identifikasi faktor manusia (human factor), seperti kelelahan masinis, kesalahan membaca sinyal, atau keterlambatan pengambilan keputusan oleh petugas pengendali perjalanan.
Selain itu, investigasi juga mencakup faktor eksternal yang mungkin memicu rangkaian kejadian, termasuk gangguan di perlintasan sebelum tabrakan terjadi.
Lebih jauh, Dede menekankan bahwa tujuan utama investigasi bukan untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan menemukan titik lemah dalam sistem.
“Yang dicari adalah apakah ada kelemahan desain operasi, kekurangan standar keselamatan, kegagalan prosedur darurat, atau kurangnya pemeliharaan infrastruktur,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis bukti, analisis teknis, serta evaluasi sistemik akan menghasilkan rekomendasi yang lebih akurat dan berdampak langsung pada peningkatan keselamatan transportasi.
“Melalui metode ini, penyebab yang terlihat di permukaan bisa ditelusuri hingga akar masalah sebenarnya. Dengan begitu, langkah perbaikan menjadi lebih efektif untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan,” pungkasnya. **
Daftar Media Luar Negeri yang Bisa Menerima Asosiate Journalist Indonesia…
Pentingnya Berafiliasi sebagai Kontributor Berita di Media Luar Negeri Oleh…
Mencari Sumber Pendapatan Jurnalis Media Online di Tengah Gelombang Disrupsi…
Desain Manajemen Transportasi Cerdas, Aman, dan Ramah Lingkungan Oleh :…
Desain Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Berwawasan Masa Depan Oleh :…
Strategi Peningkatan Daya Saing pada Industri Konstruksi Oleh : Dede…