By mety6111 - 06 March 2026 | 22:49 WIB | 11 Views
JAKARTA — Pemerintah resmi melepas ekspor perdana beras cadangan beras pemerintah (CBP) premium sebanyak sekitar 2.280 ton ke Arab Saudi. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang Perum BULOG, Rabu (4/3/2026).
Amran menyebut ekspor ini menjadi momentum penting bagi Indonesia sebagai negara produsen beras, terutama karena stok nasional saat ini berada pada level tinggi.
“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini momentum yang baik karena produksi dan stok kita sangat kuat. Hari ini stok kita mencapai 3,7 juta ton, dan ini merupakan stok terbesar dalam sejarah untuk bulan Maret,” ujar Amran.
Menurutnya, pemerintah saat ini juga tengah menjajaki peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain, di antaranya Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Amran menegaskan bahwa ekspor tahap awal dengan nilai sekitar Rp38 miliar tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Ini 2.280 ton, sekitar 2.000 ton. Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita kirim lebih dari 2.000 ton,” tegasnya.
Ekspor perdana ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Ke depan, potensi pasar dinilai jauh lebih besar karena juga mencakup kebutuhan jemaah umrah serta warga negara Indonesia yang bermukim di negara tersebut yang jumlahnya mencapai sekitar dua juta orang setiap tahun.
“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 ribu hingga 50 ribu ton,” jelas Amran.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa beras yang dikirim merupakan beras CBP dengan standar kualitas premium.
Menurutnya, beras tersebut memiliki tingkat pecahan hanya 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen, lebih tinggi dari standar beras premium yang umum beredar di pasar domestik.
“Beras yang kita kirim adalah beras terbaik dengan kualitas premium. Pecahannya hanya 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen, sementara beras premium di pasar biasanya pecahannya sekitar 15 persen,” kata Rizal.
Ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk memperluas pasar beras nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan global.
Tasikmalaya – Program kewirausahaan peternakan ayam broiler digelar di Desa…
Reshuffle Kabinet dalam Perspektif Konsistensi Akselerasi Pencapaian Visi Pemerintahan Oleh…
Pengelolaan Jasa Perbankan di Era Digital Oleh : Dede Farhan…
Ketika Ruang Fikir Terjebak di Belantara Syahwat Dunia Tak Bertepi…
Desain Partai Politik Ideal dalam Sistem Demokrasi Pancasila Oleh :…
Strategi Operasi Penetrasi Ofensif dan Defensif Oleh : Dede Farhan…