By mety6111 - 08 May 2026 | 00:52 WIB | 38 Views
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Cebu dalam rangka KTT ASEAN ke-48 tidak hanya memproduksi peristiwa diplomatik, tetapi juga membentuk ruang simbolik baru antara negara dan diaspora.
Di hotel tempat Presiden bermalam, pertemuan dengan diaspora Indonesia berlangsung dalam pola yang tidak sekadar protokoler. Ia memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam: produksi kedekatan politik melalui interaksi langsung, gestur, dan emosi kolektif.
Penyerahan bunga oleh anak-anak Indonesia menjadi simbol awal yang penting. Dalam politik simbol, anak dan bunga adalah representasi masa depan dan afeksi—dua elemen yang sering digunakan negara untuk menandai legitimasi emosional.
Di sisi lain, diaspora Indonesia tidak hadir sebagai penonton pasif, melainkan sebagai aktor yang terlibat dalam pembentukan citra negara. Testimoni seperti Ronald Tasik dan Lili Yahya menunjukkan bagaimana pengalaman personal berubah menjadi narasi kebanggaan kolektif.
Menariknya, narasi juga bergerak ke level material: kendaraan Maung yang digunakan Presiden tidak hanya dibaca sebagai alat transportasi, tetapi sebagai artefak politik yang memperkuat pesan kemandirian teknologi nasional di ruang diaspora.
Romo Agus Sudaryanto menangkap dimensi lain: kehadiran Presiden sebagai “gerakan baru” yang menghubungkan warga negara di luar negeri dengan pusat politik nasional.
Dalam perspektif metapolitik, peristiwa ini menunjukkan bahwa diplomasi modern tidak hanya bekerja melalui forum formal ASEAN, tetapi juga melalui interaksi mikro yang membentuk persepsi, afeksi, dan identitas kebangsaan di ruang transnasional.
Cebu, dalam konteks ini, menjadi bukan hanya lokasi kunjungan, tetapi panggung kecil di mana negara sedang menegosiasikan kedekatannya dengan warganya sendiri di luar batas geografis.
Prospektus Stablecoin bagi Masa Depan Mata Uang Digital Oleh :…
Mungkinkah Gempa Doublet Venezuela Merembet ke Indonesia? Oleh : Dede…
Pandangan Richard Wolff terkait Hak Rakyat dalam Pemilu Liberal Oleh…
Jika Sedang di Ujung Lelah, ISTIRAHAT-LAH Oleh : Dede Farhan…
Penemuan Planet Bumi Baru Berdasarkan Teleskop Antariksa James Webb Oleh…
Keadilan Sosial dan Sisa Keserakahan Kaum Modal Oleh : Dede…