By mety6111 - 03 March 2026 | 12:38 WIB | 7 Views
JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menggelar silaturahmi sekaligus diskusi strategis bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas perkembangan geopolitik global, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyampaikan bahwa Presiden memberikan pemaparan komprehensif mengenai situasi internasional terkini, termasuk meningkatnya ketegangan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Presiden memberikan update dan briefing tentang berbagai perkembangan terbaru di dunia, khususnya terkait perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran serta implikasinya bagi Indonesia dan dunia,” ujar Hassan kepada awak media.
Menurutnya, dalam diskusi tersebut Presiden juga menyoroti melemahnya efektivitas tatanan global dalam merespons konflik internasional. Selain aspek keamanan dan perdamaian dunia, pembahasan juga menyinggung potensi dampak ekonomi yang luas.
Hassan menjelaskan bahwa salah satu fokus diskusi adalah kemungkinan gangguan pada pasokan energi global, terutama minyak dan gas, yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
“Didiskusikan implikasinya terhadap keamanan dan perdamaian dunia, termasuk dampaknya terhadap ekonomi global, khususnya terkait supply oil, minyak, dan gas. Kami juga menghitung berbagai efeknya terhadap Indonesia serta memperkirakan kemungkinan lamanya konflik berlangsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo memandang penting untuk membuka ruang komunikasi dan pertukaran gagasan dengan para tokoh nasional dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
“Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah kepada para tokoh yang hadir. Presiden juga sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan pemikiran,” kata Hassan.
Terkait sikap Indonesia, Hassan menilai konflik tersebut merupakan tindakan sepihak yang tidak memiliki mandat internasional. Pembahasan juga menyentuh isu Board of Peace (BoP) yang sebelumnya menjadi salah satu inisiatif diplomasi perdamaian.
“Kami juga membahasnya dalam konteks perkembangan terbaru, apakah perang yang terjadi di Iran ini berpotensi memengaruhi posisi dan mandat BoP. Hal itu tentu akan diperhitungkan kembali,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono.
Selain itu hadir pula Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Akbar Himawan Buchari, sejumlah pimpinan partai koalisi, para mantan Menteri Luar Negeri, serta menteri Kabinet Merah Putih.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat koordinasi nasional dalam merespons dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi kepentingan Indonesia.
Wahyudi PramonoDosen Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta Dunia…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme kuat terhadap kebangkitan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya terhadap perkembangan pesat…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial…
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial…