By mety6111 - 21 February 2026 | 08:41 WIB | 11 Views
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di United States Institute of Peace, Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). Forum tersebut menjadi momentum peluncuran resmi mekanisme internasional Board of Peace sebagai platform kolaborasi global dalam mendukung stabilisasi kawasan konflik dan pemulihan pascakonflik, khususnya di Gaza.
Pertemuan ini bertujuan mengonsolidasikan komitmen negara-negara anggota dalam mendukung agenda rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang, termasuk melalui kontribusi finansial maupun dukungan operasional. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan peran aktif Indonesia dalam pembentukan serta penguatan Board of Peace sebagai mekanisme internasional yang sejalan dengan mandat resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan dukungan Indonesia terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai kerangka kerja menuju stabilisasi dan perdamaian di kawasan. Pemerintah Indonesia, kata Presiden, telah mempelajari rencana tersebut dan menyatakan kesepahaman untuk berkontribusi dalam implementasinya.
Presiden menegaskan bahwa berbagai tantangan dan hambatan tentu akan dihadapi dalam proses rekonstruksi, namun Indonesia tetap optimistis terhadap upaya kolektif komunitas internasional dalam mendorong perdamaian yang berkelanjutan.
Indonesia juga menekankan dukungan terhadap agenda pemulihan kehidupan masyarakat sipil Gaza, pembangunan institusi yang kuat, serta penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina. Sikap tersebut memperkuat konsistensi Indonesia dalam mendorong terwujudnya Solusi Dua Negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.
Sementara itu, dalam pengantarnya, Presiden Donald Trump menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk menciptakan masa depan yang lebih stabil bagi masyarakat Gaza, kawasan Timur Tengah, dan dunia secara luas. Ia menilai pembentukan Board of Peace sebagai langkah strategis karena melibatkan para pemimpin negara dan tokoh berpengaruh dari berbagai kawasan yang memiliki komitmen terhadap perdamaian.
Pertemuan perdana Board of Peace ini menjadi tonggak awal koordinasi global yang lebih terstruktur dalam merespons konflik internasional. Partisipasi aktif Indonesia menunjukkan komitmen berkelanjutan sebagai negara yang konsisten memperjuangkan dialog, stabilitas kawasan, serta solusi damai bagi konflik global.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…