By mety6111 - 20 February 2026 | 09:57 WIB | 16 Views
WASHINGTON DC — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dolar AS antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Penandatanganan MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi pemerintah dan sektor swasta kedua negara di berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, furnitur, hingga pengembangan teknologi semikonduktor.
Sejumlah kesepakatan penting antara lain kerja sama mineral kritis antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Freeport-McMoRan dan PT Freeport Indonesia; kerja sama oilfield recovery antara Pertamina dan Halliburton; serta berbagai nota kesepahaman di sektor agrikultur, kapas, tekstil daur ulang, furnitur, hingga semikonduktor.
Momentum ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain memperkuat arus investasi, kesepakatan tersebut juga menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi seluruh kesepakatan agar memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Indonesia semakin memperkuat langkah menuju transformasi ekonomi berdaya saing global dan visi Indonesia Emas 2045.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…