By mety6111 - 29 January 2026 | 04:53 WIB | 13 Views
Jakarta, 27 Januari 2026 — Pemerintah mengintegrasikan skrining kanker leher rahim ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah strategis untuk mempercepat deteksi dini dan menekan angka keterlambatan penanganan kanker serviks.
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa mulai 2026, skrining kanker leher rahim dalam Program CKG akan disertai dengan mekanisme tindak lanjut yang jelas bagi peserta dengan hasil skrining positif.
“Integrasi ini merupakan respon nyata pemerintah untuk mencegah keterlambatan penanganan dan progresivitas lesi pra-kanker,” ujar Prof. Dante.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa pemeriksaan DNA HPV, termasuk metode pengambilan sampel mandiri (self-sampling), dihadirkan sebagai solusi atas rendahnya partisipasi perempuan dalam skrining konvensional.
Integrasi pemeriksaan DNA HPV juga akan dikembangkan dalam paket medical check-up (MCU) di fasilitas kesehatan, sejalan dengan kebijakan integrasi MCU ke dalam Program CKG pada 2026. Program CKG sepenuhnya dibiayai pemerintah, sementara BPJS Kesehatan berperan pada layanan rujukan dan pengobatan lanjutan.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memperluas akses skrining, meningkatkan partisipasi perempuan, serta mempercepat upaya eliminasi kanker leher rahim pada 2030.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…