By mety6111 - 24 January 2026 | 04:44 WIB | 23 Views
Davos, Swiss — Dari forum ekonomi paling bergengsi di dunia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan sederhana namun mendasar: masa depan ekonomi global tidak akan pernah terwujud tanpa perdamaian dan stabilitas. Pesan itu disampaikan Presiden saat menyampaikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026).
Di hadapan para pemimpin negara, tokoh bisnis global, dan pengambil kebijakan internasional, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam fase penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik, tekanan keuangan, dan ketegangan perdagangan menjadi ancaman nyata bagi pertumbuhan dan kemakmuran bersama.
“Perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Tanpa keduanya, tidak mungkin ada pertumbuhan dan kemakmuran yang berkelanjutan,” tegas Presiden Prabowo.
Dalam pidatonya, Kepala Negara juga membawa kabar tentang ketahanan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang menantang. Presiden mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek pertumbuhan yang tetap kuat.
Menurut Presiden, dunia memang tengah menghadapi pengetatan kondisi keuangan dan ketidakpastian politik, namun Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Inflasi tetap terkendali di kisaran 2 persen, sementara defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah kebetulan. Stabilitas ekonomi Indonesia, kata dia, lahir dari kebijakan yang konsisten, disiplin fiskal, serta komitmen menjaga persatuan nasional.
Lebih jauh, Presiden juga menyinggung pentingnya kredibilitas negara di mata dunia. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
“Sepanjang sejarah Indonesia, kami tidak pernah gagal membayar utang. Tidak satu kali pun,” ujarnya.
Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai pasar dan kekuatan ekonomi, tetapi juga sebagai suara moral yang menempatkan perdamaian dan stabilitas sebagai fondasi utama pembangunan global. Dari Davos, Indonesia menyampaikan pesan bahwa ekonomi dan kemanusiaan tidak bisa dipisahkan.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…