By mety6111 - 24 January 2026 | 04:34 WIB | 14 Views
Davos, Swiss — Dari panggung World Economic Forum (WEF) 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada dunia usaha global: investasi hanya akan tumbuh di negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan keadilan.
Berbicara di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global di Davos, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hukum yang adil bukan sekadar jargon, melainkan prasyarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi.
“Tidak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil,” ujar Presiden Prabowo lugas.
Presiden menyampaikan bahwa sejak awal masa pemerintahannya, Indonesia secara terbuka menghadapi persoalan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu, meski penuh tantangan.
“Saya telah dilantik dan disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” katanya.
Presiden Prabowo membeberkan temuan besar di awal pemerintahan, mulai dari penyalahgunaan tata kelola energi hingga praktik ilegal di sektor perkebunan dan pertambangan. Sekitar empat juta hektare lahan ilegal berhasil disita negara.
Ia menyebut praktik tersebut bukan sebagai mekanisme pasar, melainkan bentuk ekonomi rakus yang merugikan rakyat.
Namun bagi Presiden, tujuan utama penegakan hukum bukan sekadar penertiban, melainkan perlindungan terhadap masyarakat paling rentan. Hasilnya, tingkat kemiskinan ekstrem berhasil ditekan ke titik terendah sepanjang sejarah Indonesia.
“Itulah misi saya sekarang, membuat rakyat Indonesia yang paling miskin dan paling lemah tersenyum,” ujar Presiden.
Pidato Presiden Prabowo di Davos menegaskan wajah Indonesia yang terbuka bagi dunia, namun tetap berdiri tegak pada prinsip: investasi boleh masuk, tetapi hukum dan keadilan harus berdiri paling tinggi.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…