By mety6111 - 22 January 2026 | 04:50 WIB | 71 Views
Trump: Sosok Antagonis yang Dibutuhkan untuk Menunda Runtuhnya Kapitalisme Global
Hendrajit, Pengkaji Geopolitik – Global Future Institute
Saya tidak terlalu tertarik membahas isu Greenland, karena hal tersebut hanyalah operasi bendera palsu (false flag) untuk menyatukan kepentingan strategis Amerika Serikat dan Eropa dalam forum-forum global seperti pertemuan G7 dan Davos di Swiss.
Ironisnya, Donald Trump—yang oleh salah seorang anggota parlemen Inggris disebut sebagai “gangster internasional” dan kerap mengundang antipati dunia—justru menjadi unsur pemersatu kepentingan mapan negara-negara adikuasa.
Trump tampil sebagai sosok antagonis yang dibutuhkan oleh kekuatan global status quo ketika sistem kapitalisme global berbasis korporasi tengah mengalami guncangan. Ketika misi penyelamatan kapitalisme global tersebut berhasil, Trump dengan mudah dapat disingkirkan, sebagaimana Kanselir Jerman Adolf Hitler disingkirkan setelah Perang Dunia II.
Menyingkirkan Trump dari dalam negeri Amerika Serikat sendiri sejatinya bukan perkara sulit, mengingat jejaring intelijen yang telah tersusun rapi sejak era Allen Dulles pada 1947. Daya jangkau dan lingkup operasinya telah bersifat lintas negara.
Boleh jadi, inilah yang dimaksud oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menganalogikan konstelasi geopolitik global saat ini dengan situasi menjelang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Oleh karena itu, negara-negara berkembang di tiga benua—Asia, Afrika (termasuk Timur Tengah), dan Amerika Latin—harus segera berkumpul untuk menyusun kontra-skema serta strategi perimbangan kekuatan (balancing strategy). Langkah ini penting untuk merespons dinamika geopolitik global sekaligus memenangkan kepentingan strategis negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…