By mety6111 - 28 January 2026 | 02:18 WIB | 17 Views
Tangerang — Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Tangerang Raya memperkuat langkah penanganan banjir melalui rapat koordinasi (Rakor) lintas daerah. Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dan dihadiri Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, serta kepala daerah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Rapat koordinasi digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/1/2026), sebagai respons cepat atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Tangerang Raya dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan, rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab banjir sekaligus merumuskan langkah strategis penanganan pascabanjir agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami bersama para kepala daerah di Tangerang Raya melakukan evaluasi banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dalam pertemuan ini, kami mengoordinasikan berbagai upaya penanganan pascabanjir agar ke depan permasalahan ini bisa ditangani secara bersama-sama,” ujar Andra Soni.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane serta pemerintah kabupaten dan kota sepakat menjalankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui normalisasi sungai.
Salah satu sungai yang direncanakan untuk dinormalisasi adalah Sungai Cirarab yang melintasi wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sungai tersebut mengalami pendangkalan dan penyempitan yang signifikan.
“Dari hasil kunjungan lapangan, kami menemukan beberapa sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan, salah satunya Sungai Cirarab. Kondisi ini terlihat jelas di lapangan,” jelasnya.
Gubernur juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kantor Wilayah Pertanahan, mengingat masih ditemukannya bangunan yang berdiri di bantaran sungai dan perlu ditinjau dari aspek hukum.
“Banjir ini adalah persoalan bersama. Karena itu, penanganannya harus dilakukan melalui kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak,” tegas Andra Soni.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyatakan dukungan penuh terhadap rencana normalisasi Sungai Cirarab sebagai langkah strategis untuk mengurangi banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Periuk.
“Setelah Pak Gubernur meninjau langsung kondisi genangan akibat luapan Kali Ledug dan Sungai Cirarab, disepakati bahwa Sungai Cirarab akan dinormalisasi. Saat ini terjadi penyempitan luar biasa, dari sekitar 15 meter menjadi hanya 3 hingga 8 meter,” ungkap Sachrudin.
Ia optimistis, normalisasi Sungai Cirarab akan memperlancar aliran Kali Ledug dan berdampak signifikan dalam mengurangi genangan maupun banjir di wilayah Periuk dan sekitarnya.
“Jika normalisasi dilakukan, saya yakin aliran air akan jauh lebih lancar dan genangan dapat berkurang secara signifikan,” pungkasnya.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…