By mety6111 - 28 January 2026 | 01:57 WIB | 18 Views
Serang — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang bergerak cepat menangani dampak bencana longsor di Kecamatan Padarincang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan bronjong sepanjang 60 meter dengan ketinggian 3 meter di bantaran Sungai Cilehem, Kampung Cilehem, Desa Curug Goong.
Pembangunan bronjong tersebut dilakukan sebagai respons atas longsor yang terjadi akibat gerusan aliran Sungai Cilehem menyusul tingginya intensitas hujan pada 27–28 Desember 2025. Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya empat rumah warga terdampak dan berada dalam kondisi rawan.
Kepala Bidang Penataan Bangunan DPUPR Kabupaten Serang, Ade Irfansyah, mengatakan pihaknya turun langsung meninjau lokasi pemasangan bronjong untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami dari DPUPR saat ini meninjau lokasi pemasangan bronjong di Kampung Cilehem, Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, di mana sebelumnya telah terjadi longsor akibat gerusan sungai,” ujar Ade di lokasi, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, longsor terjadi karena dinding bantaran Sungai Cilehem tergerus aliran air, sehingga bibir sungai mendekati bangunan rumah warga.
“Terdapat empat rumah yang terdampak dan kondisinya cukup kritis karena jarak sungai sudah sangat dekat dengan bangunan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi longsor susulan, DPUPR Kabupaten Serang melakukan pemasangan bronjong dengan panjang 60 meter dan tinggi 3 meter. Diharapkan, upaya ini mampu menahan aliran sungai dan memberikan rasa aman bagi warga sekitar.
“Harapannya ke depan tidak terjadi lagi longsor. Penanganan menggunakan bronjong ini diharapkan efektif mengatasi kelongsoran di wilayah Kampung Cilehem,” ungkap Ade.
Ia menambahkan, pekerjaan pemasangan bronjong telah dimulai sekitar 5 Januari 2026 atau tiga hari setelah kejadian longsor, atas instruksi langsung Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melalui Kepala DPUPR Kabupaten Serang.
“Ini merupakan tindak lanjut arahan Ibu Bupati Serang melalui Kepala DPUPR agar kelongsoran ini segera ditangani,” terangnya.
Salah satu warga setempat, Saefullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Serang dalam menangani bencana tersebut.
“Mudah-mudahan dengan dibangunnya bronjong ini tidak terjadi lagi longsor. Terima kasih kepada Ibu Bupati Serang atas respon cepatnya,” ujarnya.
Selain di Kecamatan Padarincang, jajaran DPUPR Kabupaten Serang juga meninjau pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sekitar halaman Kantor Kecamatan Ciomas, tepatnya di Kampung Kurung Kotok, Desa Panyaungan Jaya, yang juga terdampak longsor.
Camat Ciomas, Ugun Gurmilang, menjelaskan longsor terjadi akibat jebolnya TPT di belakang kantor kecamatan karena derasnya aliran air saat curah hujan tinggi pada awal Januari 2026.
“Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan DPUPR langsung direspon dan dilakukan pembangunan TPT karena lokasi tersebut merupakan akses jalan warga,” ujarnya.
Pembangunan TPT di wilayah tersebut direncanakan sepanjang kurang lebih 30 meter.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…