By mety6111 - 28 February 2026 | 06:22 WIB | 4 Views
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran dan program pendidikan. Pemerintah, kata dia, memastikan seluruh program pendidikan tetap berjalan bahkan diperkuat.
“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah,” ujar Teddy kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Teddy menegaskan tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang dihentikan. Program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) disebut tetap berjalan.
Menurutnya, fokus kebijakan kini lebih diarahkan pada penguatan kualitas siswa, sekolah, dan guru.
Selain memastikan keberlanjutan program, pemerintah juga menambah sejumlah inisiatif baru. Salah satunya pembangunan sekolah rakyat yang ditujukan bagi anak-anak putus sekolah atau yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
“Sudah hampir 16.000 sampai 20.000 siswa. Ada 166 sekolah. Tahun ini akan dibangun lagi 100 sekolah,” katanya.
Pemerintah juga melakukan rehabilitasi sekolah secara masif. Hingga 2025, sekitar 16 ribu sekolah diperbaiki dengan anggaran sekitar Rp17 triliun.
Tak hanya itu, rencana pembangunan sekolah terintegrasi, sekolah Garuda, hingga kampus baru juga tengah berjalan.
Dalam mendukung digitalisasi pembelajaran, pemerintah mengadakan televisi digital untuk sekolah-sekolah di berbagai daerah. Hingga 2025, jumlahnya mencapai 280.000 unit.
Teddy menekankan, program MBG tidak menggantikan anggaran pendidikan, melainkan melengkapi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi siswa.
Pemerintah, kata dia, tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…