By mety6111 - 03 February 2026 | 08:52 WIB | 22 Views
Bogor — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegur secara terbuka jajaran pemerintah daerah di Provinsi Bali, mulai dari gubernur hingga para bupati, terkait persoalan sampah yang dinilai telah mencemari lingkungan dan mengancam keberlanjutan pariwisata nasional.
Teguran tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan antarinstansi. Menurutnya, dibutuhkan kerja nyata, kepemimpinan yang tegas, serta kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Penyelesaian masalah sampah perlu kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tapi kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegas Presiden.
Dalam arahannya, Presiden secara khusus menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang dinilai telah mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Ia mengungkapkan menerima langsung keluhan dari tokoh-tokoh internasional mengenai kondisi Bali yang dinilai semakin kotor.
“Dia bilang ke saya, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.’ Saya terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama,” ujar Presiden.
Presiden menekankan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling cepat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, sektor tersebut tidak akan bertahan jika lingkungan, khususnya destinasi unggulan seperti Bali, dibiarkan kumuh dan penuh sampah.
“Ini real. Bali bulan Desember 2025. Ini pantai Bali. Bagaimana turis mau datang kalau yang dilihat sampah?” kata Presiden di hadapan para kepala daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara langsung meminta gubernur dan para bupati di Bali untuk bertanggung jawab penuh terhadap kebersihan lingkungan. Presiden juga mendorong pelibatan sekolah-sekolah, aparatur pemerintah, serta masyarakat dalam kegiatan kerja bakti rutin.
Presiden menegaskan bahwa apabila pemerintah daerah tidak bergerak cepat, pemerintah pusat siap mengambil alih kepemimpinan penanganan sampah. Bahkan, ia menyatakan siap mengerahkan TNI, Polri, BUMN, serta seluruh kementerian dan lembaga untuk terlibat langsung dalam kerja bakti massal.
“Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintahkan Dandim, Danrem, gerakkan anak buahmu korve. Polisi juga korve. Setiap hari atau beberapa hari. Ini bisa menyelamatkan,” tegas Presiden.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia harus menyatakan perang terhadap sampah. Menurut Kepala Negara, sampah bukan sekadar persoalan estetika, melainkan ancaman serius terhadap kesehatan publik dan potensi bencana lingkungan.
Pesan Presiden tersebut menjadi peringatan keras sekaligus panggilan aksi bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa masa depan pariwisata Indonesia hanya dapat terjaga jika lingkungan dilindungi dan kepemimpinan hadir secara tegas, cepat, serta berpihak pada kepentingan rakyat.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…