By mety6111 - 13 February 2026 | 21:37 WIB | 24 Views
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kebijakan tersebut disebutnya sebagai kebutuhan mendesak bagi mayoritas rakyat, terutama kelompok rentan yang terdampak persoalan gizi dan kemiskinan.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meresmikan 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta peletakan batu pertama 107 SPPG Polri yang dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/02/2026).
Menurut Presiden, program makan bergizi gratis bukan kebijakan eksperimental, melainkan praktik yang telah lama diterapkan di banyak negara maju dan demokratis. Ia menilai intervensi langsung negara dalam pemenuhan gizi rakyat merupakan instrumen penting membangun generasi unggul.
Prabowo mengakui sejak awal pelaksanaan, MBG menghadapi kritik dan penolakan. Namun ia tetap meyakini arah kebijakan tersebut tepat karena berangkat dari persoalan nyata, termasuk angka stunting yang sempat menyentuh 25 persen anak Indonesia.
Ia menegaskan, persoalan gizi tidak cukup diselesaikan melalui wacana atau pendekatan administratif semata. Pemerintah harus hadir secara langsung menyasar anak-anak, ibu hamil, lansia, serta keluarga tidak mampu.
Dari sisi fiskal, Presiden memastikan pembiayaan MBG dilakukan melalui efisiensi dan penghematan anggaran tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara. Defisit APBN, kata dia, tetap dijaga di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), bahkan ditargetkan terus ditekan.
Saat ini, program MBG disebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Capaian tersebut ditopang oleh lebih dari 22 ribu SPPG yang beroperasi lintas daerah.
Presiden menggambarkan skala program ini setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau setara sepuluh kali populasi Singapura dan dua kali Malaysia dalam satu hari.
Program Makan Bergizi Gratis diposisikan bukan semata kebijakan sosial, melainkan bagian dari strategi besar transformasi nasional. Pemerintah menargetkan generasi sehat, produktif, dan kompetitif sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…