By mety6111 - 08 February 2026 | 22:20 WIB | 31 Views
SERANG — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten tidak hanya diisi agenda seremonial, tetapi juga meninggalkan jejak sejarah baru bagi dunia pers nasional. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Museum Media Siber Indonesia di Kota Serang, Minggu (8/2/2026).
Pembangunan museum tersebut menjadi langkah strategis untuk mendokumentasikan perjalanan serta kontribusi pers digital Indonesia sekaligus memperkuat literasi media di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan peletakan batu pertama dihadiri Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Wakil Gubernur Banten, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten, serta perwakilan Dewan Pers. Turut hadir Muhammad Jazuli, anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, serta Yogi Hadi Ismanto, anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers periode 2025–2028.
Selain unsur organisasi pers, acara juga diikuti Ketua SMSI dari seluruh provinsi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum yang turut menyaksikan momentum bersejarah tersebut.
Ketua Umum SMSI menyampaikan bahwa pembangunan Museum Media Siber Indonesia merupakan warisan nasional HPN 2026 sekaligus penghormatan terhadap peran penting pers siber dalam perjalanan pers Indonesia.
Ia menekankan museum ini tidak hanya menjadi bangunan simbolik, melainkan ruang pembelajaran publik mengenai perkembangan jurnalisme digital.
“Pembangunan ini adalah upaya membangun memori kolektif pers digital nasional. Museum akan menjadi pusat edukasi, literasi media, dan refleksi perjalanan pers siber dari masa ke masa,” ujarnya.
Wakil Gubernur Banten menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan museum tersebut. Ia menilai kehadiran museum akan memperkuat posisi Banten dalam peta sejarah pers nasional sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat.
Sementara itu, Muhammad Jazuli menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk menjaga standar etika dan profesionalisme pers di tengah pesatnya perkembangan media digital.
“Kecepatan perkembangan pers siber menuntut ruang pembelajaran berkelanjutan. Museum ini akan menjadi tempat refleksi bagi generasi pers mendatang,” katanya.
Pendapat senada disampaikan Yogi Hadi Ismanto yang menekankan pentingnya dokumentasi sejarah pers siber secara sistematis.
Menurutnya, museum akan berfungsi sebagai pusat referensi perjalanan media digital nasional sekaligus memperkuat ekosistem pers yang sehat dan terverifikasi.
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Media Siber Indonesia menjadi bagian penting dari rangkaian agenda HPN 2026 di Banten, setelah sebelumnya diresmikannya Monumen Media Siber Indonesia. Kehadiran dua inisiatif tersebut menegaskan komitmen bahwa HPN tidak sekadar peringatan tahunan, tetapi juga upaya nyata meninggalkan warisan bagi masa depan pers nasional.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…