By mety6111 - 12 February 2026 | 14:49 WIB | 46 Views
JAKARTA — Perjalanan panjang Prof. Dr. Fadli Zon, M.Sc. kembali mencatat satu penanda penting. Universitas Nasional (UNAS) Jakarta mengukuhkannya sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon) dalam sidang akademik yang digelar di Gedung Auditorium UNAS, Rabu (11/2/2026).
Pengukuhan itu bukan sekadar seremoni akademik, melainkan rangkaian dari jejak panjang seorang figur yang tumbuh dari ruang-ruang aktivisme kampus hingga kini berada di lingkar pengambil kebijakan nasional sebagai Menteri Kebudayaan periode 2024–2029.
Lahir di Jakarta dari pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim asal Payakumbuh, Sumatera Barat, Fadli Zon dibesarkan dalam tradisi Minangkabau yang menempatkan pendidikan dan intelektualitas sebagai fondasi utama. Sebagai putra sulung dari tiga bersaudara, ia menempuh jalur pendidikan dengan konsistensi yang terjaga sejak awal.
Di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI)—kini Fakultas Ilmu Budaya (FIB UI)—Fadli aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia menjabat Ketua Biro Pendidikan Senat Mahasiswa FSUI (1992–1993), Sekretaris Umum Senat Mahasiswa FSUI (1993), serta Ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI (1993–1994). Keterlibatannya dalam organisasi mahasiswa menempatkannya dalam dinamika gerakan intelektual kampus pada era tersebut.
Aktivitas itu berlanjut di tingkat nasional dan internasional. Ia menjadi Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) periode 1993–1995, pengurus pusat KNPI dan Gerakan Pemuda Islam (1996–1999), serta anggota Asian Conference on Religion and Peace (ACRP) sejak 1996. Jejaring tersebut membentuk horizon pemikiran yang melampaui batas kampus.
Di bidang akademik, Fadli meraih predikat Mahasiswa Berprestasi I Universitas Indonesia dan Mahasiswa Berprestasi III tingkat nasional pada 1994. Ia juga memimpin delegasi Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV di Malaysia. Selepas menyelesaikan studi sarjana, ia melanjutkan pendidikan ke The London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, dan memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Development Studies. Gelar doktor diraihnya dari Departemen Sejarah FIB UI pada 2016.
Karier politik formalnya dimulai sebagai anggota MPR RI periode 1997–1999. Sejak bergabung dengan Partai Gerindra, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Gerindra (2008–2025). Di DPR RI periode 2014–2019, ia menjabat Wakil Ketua DPR RI dan dua kali menjadi Pelaksana Tugas Ketua DPR RI. Pada periode 2019–2024, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI serta memimpin Panitia Kerja Sama Antar Parlemen.
Pengukuhan sebagai Profesor Kehormatan dari UNAS menjadi babak yang mempertegas sisi akademik dari perjalanan tersebut. Ahmad Kailani menyebut momen ini sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi panjang Fadli Zon di ruang intelektual dan publik.
“Selamat buat Bung Prof. Dr. Fadli Zon, M.Sc. atas anugerah terindahnya dikukuhkan dan dikokohkan dengan gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nasional (UNAS),” ujar Kailani.
Menurutnya, gelar tersebut bukan hanya simbol capaian, melainkan penanda perjalanan intelektual yang telah melewati berbagai fase—aktivisme, parlemen, hingga kabinet.
Kini, di tengah tanggung jawab sebagai Menteri Kebudayaan, pengukuhan akademik itu menjadi refleksi tersendiri. Ia menandai metamorfosis seorang aktivis menjadi figur publik dengan legitimasi intelektual yang diakui institusi pendidikan tinggi.
Perjalanan itu belum berhenti. Gelar kehormatan ini justru menjadi pengingat bahwa setiap capaian membawa tanggung jawab baru—untuk menjaga konsistensi gagasan, integritas sikap, dan keberpihakan pada kepentingan publik dalam setiap kebijakan yang diambil.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…