By mety6111 - 11 February 2026 | 11:48 WIB | 1.3K Views
JAKARTA — Tokoh nasional yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Komisaris Utama Waskita Beton Precast, Ahmad Subagya, menegaskan bahwa semangat efisiensi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak boleh dipahami hanya sebagai langkah teknokratis dan manajerial semata. Lebih dari itu, efisiensi harus menjadi budaya kerja yang mengakar hingga ke seluruh lini organisasi.
Dalam wawancara khusus, Ahmad Subagya yang juga merupakan Komisaris Independen Waskita Beton Precast, memaparkan bahwa transformasi BUMN memerlukan perubahan cara pandang dalam mengelola aset negara.
“Efisiensi bukan sekadar hitung-hitungan teknis. Yang paling mendasar adalah budaya kerja dan spirit dalam menjalankan tata kelola perusahaan. Orientasinya harus jelas, yaitu optimalisasi aset negara untuk menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan, memberikan kontribusi signifikan kepada negara, serta menggerakkan ekonomi nasional demi mengejar target pertumbuhan,” ujar Ahmad Subagya.
Sepanjang perjalanan kariernya, Ahmad Subagya dikenal konsisten mendorong penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance). Pengalamannya di berbagai posisi strategis membuatnya memahami bahwa kinerja BUMN tidak hanya diukur dari laba, tetapi juga dari integritas, akuntabilitas, dan dampaknya terhadap pembangunan nasional.
Sebagai Plt. Komisaris Utama, ia menempatkan fungsi pengawasan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memastikan perusahaan berjalan sesuai prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.
“Kita hadir untuk memastikan lini BUMN itu sinergis secara nasional. Selama ini BUMN sering menjadi opini publik sebagai sumber keborosan. Ini yang harus kita ubah bersama,” tegasnya.
Di bawah pengawasan manajemen dan dewan komisaris, Waskita Beton Precast terus melakukan langkah-langkah efisiensi yang terukur. Ahmad Subagya menyebut, setiap bulan terdapat progres yang dapat dipantau secara jelas melalui indikator kinerja utama (KPI).
“Langkah-langkah efisiensi di Waskita Beton sudah terukur. Setiap bulan selalu ada progres. Indikatornya jelas, KPI-nya ada dan dipantau secara berkala,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, penguatan tata kelola juga diwujudkan melalui penerapan berbagai standar internasional. Perusahaan telah mengantongi sejumlah sertifikasi ISO sebagai bukti komitmen terhadap kualitas, keselamatan kerja, dan sistem manajemen yang terstandar.
Menurutnya, inovasi di sektor BUMN harus selaras dengan semangat efisiensi dan tata kelola yang kuat. Inovasi bukan hanya soal produk atau teknologi, tetapi juga inovasi dalam sistem, proses bisnis, dan pola pikir organisasi.
Ahmad Subagya menilai, transformasi BUMN harus mampu mengubah persepsi publik. BUMN bukan beban negara, melainkan motor penggerak ekonomi nasional.
“Efisiensi harus kita dorong sampai ke semua level. Ini harus menjadi budaya. Kalau budaya sudah terbentuk, maka kinerja akan mengikuti. Dampaknya bukan hanya pada perusahaan, tetapi juga pada kontribusi keuangan kepada negara dan pada pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Ia optimistis, dengan tata kelola yang semakin kuat, pengawasan yang konsisten, serta budaya efisiensi yang terinternalisasi, Waskita Beton Precast dapat terus memperbaiki kinerja dan memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem BUMN yang sehat dan kompetitif.
Bagi Ahmad Subagya, kunci keberhasilan bukan hanya pada strategi besar, melainkan pada konsistensi menjalankan prinsip efisiensi dan integritas setiap hari.
“Spirit itu yang paling penting. Kalau tata kelola dijalankan dengan benar dan efisiensi menjadi budaya, maka perusahaan akan tumbuh sehat dan mampu memberi manfaat maksimal bagi negara,” pungkasnya.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…