By mety6111 - 22 January 2026 | 14:22 WIB | 86 Views
Davos, Swiss — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis malam waktu setempat sekitar pukul 20.00. Forum ekonomi global tersebut akan dihadiri sekitar 65 kepala negara serta lebih dari 1.000 pemimpin dan pengusaha besar dunia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo akan memaparkan gagasan ekonomi yang ia sebut “Prabowonomic”, sebuah konsep yang dirumuskan dari langkah, arah kebijakan, serta pokok-pokok pemikirannya sejak sebelum menjabat Presiden hingga satu tahun pertama masa kepemimpinannya.
Konsep Prabowonomic dinilai tidak hanya menunjukkan kehadiran fisik Indonesia di panggung ekonomi global, tetapi juga menjadi kontribusi pemikiran konkret mengenai strategi pembangunan ekonomi nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Tema tersebut dinilai sejalan dan relevan dengan tema besar WEF Annual Meeting 2026, “A Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya dialog terbuka dan kolaborasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global.
Semangat dialog itu juga dinilai selaras dengan arah politik Presiden Prabowo yang mengedepankan “Persatuan Indonesia” sebagai fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan nasional.
Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo akan memaparkan konsep-konsep ekonomi yang telah beliau pikirkan dan terapkan, baik sebelum maupun selama menjabat sebagai Presiden.
“Beliau juga akan menyampaikan capaian-capaian yang telah diraih pemerintah dalam satu tahun terakhir, dan itulah yang beliau sebut sebagai Prabowonomics,” ujar Teddy, seperti dikutip Antara (22/1).
Kehadiran Presiden Prabowo di Swiss disambut antusias oleh diaspora dan pemuda Indonesia. Momen ini dipandang sebagai titik penting yang mencerminkan harapan generasi muda terhadap arah masa depan Indonesia di kancah global.
Atiyah Abuyazid, diaspora Indonesia di Swiss sekaligus kontributor Metapolitika.com, melaporkan langsung suasana penyambutan tersebut.
“Secara pribadi saya sangat antusias menyambut kunjungan Bapak Presiden Prabowo di Davos, Swiss,” tulis Atiyah melalui pesan WhatsApp.

Atiyah telah menetap di Swiss selama 14 tahun dan sebelumnya tinggal di Prancis selama 12 tahun. Ia dikenal sebagai pendukung Presiden Prabowo sejak 2014 dan aktif terlibat dalam tiga kali kontestasi pemilu. Pada Pemilu 2024, Atiyah bahkan membentuk relawan dengan biaya pribadi untuk menggalang dukungan bagi Prabowo.

“Bagi saya, partisipasi Indonesia dalam WEF 2026 adalah momentum strategis untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok global. Kehadiran Presiden Prabowo akan memperkuat citra Indonesia sekaligus membuka peluang investasi,” tambahnya.
Di sela-sela WEF 2026, Indonesia juga aktif melakukan penjajakan investasi melalui Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026, serta acara Indonesia Night pada 21 Januari 2026. Kedua agenda tersebut menjadi wadah direct engagement dan penguatan jejaring guna mendorong masuknya investasi ke Indonesia.
Para diaspora Indonesia di Swiss pun memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan dan jejaring. Atiyah, yang merupakan mantan aktivis ISAFIS pada era 1980-an, mengaku bersyukur dapat kembali bertemu dengan rekan-rekan lamanya.
“Saya sangat bersyukur bisa bertemu teman-teman lama,” ujarnya. (Atiyah Abuyazid)
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…