By mety6111 - 20 February 2026 | 09:49 WIB | 15 Views
WASHINGTON DC — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat memiliki arti strategis bagi dunia usaha dan investasi kedua negara. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sesi roundtable Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menyebut perjanjian tersebut memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperdalam kerja sama ekonomi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha.
“Hal ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia bisnis,” ujar Presiden.
Kepala Negara menekankan bahwa kepastian merupakan fondasi utama dalam menarik investasi. Ia menegaskan pentingnya stabilitas nasional, supremasi hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Tidak ada yang ingin berinvestasi dalam situasi ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan. Kita sangat beruntung bahwa Indonesia telah menikmati periode stabilitas dan perdamaian yang relatif panjang,” katanya.
Dari sisi fundamental ekonomi, Presiden menyampaikan optimisme terhadap kinerja nasional. Investasi asing tercatat mencapai USD53 miliar pada tahun lalu, sementara pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan menunjukkan tren perbaikan.
“Indikator-indikator penting sudah mulai terlihat. Kita menggerakkan ekonomi dari akar rumput. Strategi ekonomi kita sangat terfokus,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia membuka diri bagi mitra jangka panjang yang serius dan berkomitmen untuk bersama-sama melakukan modernisasi serta industrialisasi.
“Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dengan kami dalam upaya berkelanjutan untuk memodernisasi dan melakukan industrialisasi,” ujar Presiden.
Pesan Presiden dalam forum tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang stabil, terbuka, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia, dengan mengedepankan kepastian hukum, kekuatan pasar domestik, serta agenda transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…