By mety6111 - 24 February 2026 | 16:44 WIB | 8 Views
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan strategis dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang menetapkan tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia ke pasar AS. Kesepakatan tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers di Washington DC, Kamis (19/02/2026).
Airlangga menjelaskan bahwa produk yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen mencakup sektor pertanian dan industri. Komoditas tersebut antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.
Menurutnya, kebijakan ini akan memperluas akses pasar ekspor Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar Amerika Serikat.
Khusus untuk sektor tekstil dan apparel, Amerika Serikat juga memberikan tarif nol persen melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ). Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini berdampak langsung terhadap sekitar empat juta pekerja di sektor tersebut, serta berpengaruh pada sekitar 20 juta masyarakat Indonesia jika memperhitungkan anggota keluarga mereka.
Sebagai bagian dari prinsip timbal balik, Indonesia juga memberikan fasilitas tarif nol persen untuk sejumlah produk utama asal Amerika Serikat, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini memastikan masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk bahan baku impor yang digunakan dalam produksi pangan seperti mi, tahu, dan tempe.
Di tingkat multilateral, kedua negara sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik sesuai posisi dalam forum World Trade Organization. Selain itu, Indonesia mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai peraturan nasional serta menjamin perlindungan data konsumen yang setara.
Pemerintah juga akan menerapkan strategic trade management guna memastikan perdagangan berjalan aman dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tujuan damai. Perjanjian ini akan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum kedua negara diselesaikan, termasuk konsultasi dengan DPR RI.
Airlangga menegaskan bahwa kesepakatan ini murni berfokus pada kerja sama perdagangan. Amerika Serikat disebut sepakat mencabut klausul non-ekonomi seperti isu pengembangan reaktor nuklir, Laut Cina Selatan, maupun pertahanan dan keamanan perbatasan.
Ia menambahkan bahwa perjanjian ini diharapkan menjadi fondasi menuju “era keemasan baru” hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas melalui peningkatan ekspor, investasi, dan stabilitas perdagangan jangka panjang.
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi…
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang…
ABU DHABI – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan…