By mety6111 - 12 March 2026 | 04:33 WIB | 10 Views
Jakarta, Metapolitika.com – Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem seni rupa nasional, dengan fokus membuka ruang lebih luas bagi karya perempuan.
Hal ini disampaikan setelah Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menerima audiensi komunitas seni ARTPORA di kantor kementerian, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Pertemuan ini membahas rencana penyelenggaraan Biennale MARWAH, pameran seni rupa yang menyoroti ekspresi dan pengalaman perempuan perupa.
ARTPORA, kolektif seniman Jakarta yang fokus pada identitas kota melalui seni rupa, ingin menghadirkan wadah dialog kreatif sekaligus menegaskan peran perempuan dalam ranah seni kontemporer. “Saya senang melihat nilai spiritual yang ada dalam konsep Biennale MARWAH. Nama ‘Marwah’ sendiri menampilkan sentuhan spiritual, budaya, dan ekspresi autentik para perempuan,” ungkap Irene.
Kata “marwah”, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan bentuk tidak baku dari “muruah”, yang berarti kehormatan, harga diri, atau nama baik. Pameran ini dirancang menampilkan karya seniman perempuan Indonesia yang menyoroti isu identitas, kesetaraan, dan keberanian menyuarakan pengalaman hidup melalui medium seni.
Pameran bertema “Reposisi” dijadwalkan berlangsung dari 21 Agustus hingga 4 September 2026 di Pos Bloc Jakarta, menampilkan sekitar 50 seniman perempuan. Menurut kurator Dolorosa Sinaga, MARWAH bukan sekadar menekankan isu gender, tetapi juga menyentuh nilai kemanusiaan lebih luas. “Biennale MARWAH akan menjadi salah satu biennale perempuan pertama di dunia, dan temanya ‘Reposisi’ menekankan bagaimana perempuan membuka perspektif terhadap isu sosial dan politik,” jelasnya.
Pameran ini diharapkan menjadi platform strategis bagi perempuan untuk mengekspresikan identitas, spiritualitas, dan pandangan sosial mereka melalui karya seni rupa.
Berita ini disusun berdasarkan rilis resmi Kementerian Ekonomi Kreatif yang dilansir dari ANTARA.
Oleh : Dede Farhan Aulawi Ketika perilaku koruptif tidak lagi…
Oleh : Dede Farhan Aulawi Silaturahmi bukan sekadar tradisi sosial…
Oleh : Dede Farhan Aulawi Demokrasi kapitalis kerap dipromosikan sebagai…
Oleh : Dede Farhan Aulawi Ruang fikir adalah anugerah paling…
Oleh : Dede Farhan Aulawi Dalam dinamika kekuasaan, loyalitas politik…
Jakarta — Instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar pasukan…